Foto: Image Dynamics/Naval Group
Jakarta, 3 Juli 2026 CNDSS berkesempatan untuk menghadiri Exclusive Briefing bersama pemangku kepentingan lainnya yang diselenggarakan oleh perwakilan Naval Group di Jakarta. Dalam acara tersebut dipaparkan bahwa melalui kontrak strategis yang telah ditandatangani pada Maret 2024, Indonesia tidak hanya bertindak sebagai pembeli, melainkan sebagai mitra manufaktur utama. Memasuki bulan Juli 2026, proyek ambisius ini telah mencatatkan progres signifikan di mana PT PAL Indonesia dilaporkan sudah mulai menggarap komponen awal kapal selam tersebut di galangan kapal domestik, dengan agenda seremoni resmi (First Steel Cutting) yang siap digelar dalam waktu dekat.
Status Kerja Sama
Menurut perwakilan Naval Group, PT PAL merupakan satu-satunya galangan kapal di luar fasilitas milik Naval Group yang memperoleh lisensi untuk memproduksi varian Scorpene Evolved. Status ini disebut membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan sebagai salah satu simpul Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) kapal selam Scorpene di kawasan Asia. Dalam skema kerja sama ini, konstruksi lambung dan struktur kapal akan dikerjakan oleh teknisi PT PAL di Surabaya, sementara integrasi sensor dan sistem persenjataan utama tetap dipasok oleh Naval Group. Indonesia juga tercatat sebagai anggota Scorpene Club sejak 2025, forum yang menjadi wadah pertukaran informasi teknis non-sensitif antarnegara pengguna kapal selam Scorpene.
Transfer Teknologi dan Proyeksi Dampak Ekonomi

Sejak September 2025, sekitar 40 tenaga kerja PT PAL diberangkatkan ke galangan Naval Group di Cherbourg, Prancis, untuk mengikuti program on the job training (OJT) yang mencakup desain hidrostatik kapal, metodologi konstruksi pressure hull, dan pelatihan taktis bagi calon kru operasional. Perwakilan Naval Group memproyeksikan penyerapan hingga 1.200 tenaga kerja langsung pada fase manufaktur dan produksi, serta hingga 700 tenaga kerja tambahan untuk kebutuhan pemeliharaan jangka panjang, dukungan logistik pangkalan, dan penyediaan suku cadang berkelanjutan.
Linimasa Proyek
- Maret 2024: Penandatanganan kontrak resmi pengadaan dua unit kapal selam Scorpene Evolved antara Kementerian Pertahanan RI, PT PAL, dan Naval Group.
- September 2025: Pengiriman gelombang pertama (40 insinyur PT PAL) ke Cherbourg, Prancis, untuk memulai transfer ilmu konstruksi dan desain.
- Juli 2026 (Saat Ini): PT PAL secara resmi telah memulai pengerjaan fisik awal dan fabrikasi material di Surabaya. Agenda seremonial pemotongan baja pertama (First Steel Cutting) dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai penanda resmi dimulainya fase konstruksi skala penuh.
- Tahun 2032 – 2033: Target penyelesaian alur produksi kontinu, pengujian kedalaman laut (Sea Acceptance Trials), hingga pengiriman unit kapal selam secara utuh kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
| Tahapan Proyek | Waktu Pelaksanaan | Keterangan |
| Penandatanganan Proyek | Maret 2024 | Peresmian awal kerja sama pengadaan |
| On the Job Training (OJT) | September 2025 | Pelepasan 40 pekerja PT PAL ke Cherbourg, Prancis. |
| First Steel Cutting | Juli 2026 | Pemotongan baja pertama di PT PAL, menandai dimulainya konstruksi fisik. |
| Produksi & Pengiriman | 2032-2033 | Alur produksi kontinu berjalan hingga estimasi pengiriman unit. |
Rantai Pasok
Untuk memenuhi target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sejumlah perusahaan disebut telah digandeng sebagai pemasok komponen, beberapa di antaranya Hariff Defense (komunikasi dan jaringan), PT Teknik Tadakara Sumberkarya (komponen mekanikal), Infoglobal (avionik/elektronik dan perangkat lunak pertahanan), serta PT Dirgantara Indonesia (keahlian struktur kedirgantaraan yang diadaptasi untuk kebutuhan maritim). Naval Group juga menyebut adanya rencana kolaborasi riset dengan sejumlah universitas di Indonesia di bidang hidrodinamika dan material kapal selam.
Sistem Baterai Lithium-Ion
Salah satu perubahan pada varian Indonesia adalah penggunaan baterai berbasis Lithium-Ion, menggantikan baterai timbal-asam atau sistem Air-Independent Propulsion (AIP) yang lazim digunakan pada varian Scorpene sebelumnya. Perwakilan Naval Group menyatakan teknologi ini telah dikembangkan sejak 2006 dan melalui proses pengujian serta sertifikasi militer untuk menekan risiko kegagalan seperti thermal runaway.
Dalam proses produksinya, PT PAL akan menerima modul baterai canggih ini dalam bentuk siap pasang (ready-to-install), di bawah pengawasan dan supervisi dari para ahli Naval Group untuk memastikan aspek keselamatan kerja. Disebutkan pula bahwa interval penggantian blok baterai dirancang sekali setiap 16 tahun, dengan sebagian besar perawatan rutin dapat dilakukan oleh kru kapal tanpa peralatan darat khusus. Klaim ini merupakan pernyataan dari pihak produsen dan belum diverifikasi secara independen melalui data operasional aktual.
Spesifikasi Teknis dan Persenjataan
Scorpene Evolved memiliki daya tahan patroli bawah air hingga 80 hari tanpa perlu muncul ke permukaan, memiliki kemampuan serang darat serta dilengkapi sonar Planar Array dan sistem manajemen tempur SUBTICS (Submarine Tactical Integrated Combat System). Scorpene Evolved dirancang agar tidak terikat pada satu ekosistem persenjataan tertentu. Lebih lanjut, Indonesia diizinkan mengintegrasikan rudal, torpedo, atau ranjau laut dari produsen non-Prancis ke dalam sistem kendali tempur kapal, dengan sejumlah persyaratan teknis: produsen senjata pihak ketiga harus menyediakan data teknis secara transparan untuk keperluan kalibrasi dan integrasi sistem, serta kaliber senjata yang diusulkan harus sesuai dengan spesifikasi tabung peluncur yang tersedia. Kapal ini disebutkan memiliki kapasitas muatan senjata hingga 18 unit.
