CNDSS
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us
No Result
View All Result
CNDSS
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us
No Result
View All Result
CNDSS
No Result
View All Result

Weekly Report November

cndss.id by cndss.id
18 November 2025
in Weekly Report
0
Weekly Report Mei 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Ancaman Siber 2025: Hacker Kini Menggunakan Deepfake Untuk Mengelabui Korban

Ancaman siber di Indonesia berkembang dengan cepat, kini pelaku kejahatan siber tak hanya mengandalkan email atau SMS biasa, melainkan memanfaatkan teknologi deepfake audio dan video untuk menipu korban. Laporan dari Kaspersky menyebut bahwa pada kuartal II 2025 lebih dari 142 juta klik tautan phishing telah terdeteksi dan diblokir, sebuah peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. 

Menurut Kaspersky, pelaku kini menggunakan tiruan suara atau video yang sangat realistis meniru rekan kerja, pejabat bank, atau figur yang dipercaya korban untuk meminta kode autentikasi dua faktor (2FA) atau akses kamera korban lewat penerapan video call langsung. “Mereka tidak lagi puas mencuri kata sandi, mereka menargetkan data biometrik dan tanda tangan elektronik” ujar Olga Altukhova dari Kaspersky. 

Kasus nyata di Indonesia juga telah muncul. Riset yang dilaporkan oleh Centre for Digital Society (CfDS) menunjukkan bahwa modus baru meliputi pembuatan wajah palsu dengan AI untuk membuka rekening bank atau melakukan video call deepfake meniru suara dan wajah keluarga korban. Saat ini, kawasan Asia Tenggara menjadi pusat peluncuran serangan siber berbasis AI dan deepfake. Laporan dari Mimecast mengatakan bahwa 77 % dari seluruh serangan siber di kawasan tersebut mempergunakan rekayasa sosial berbasis AI atau naik dari yang sebelumnya sebesar 60% pada tahun 2024.

Untuk menghadapi ancaman ini, pakar keamanan menganjurkan penerapan autentikasi dua faktor berbasis aplikasi (bukan SMS), edukasi literasi digital bagi masyarakat, serta pemeriksaan ulang semua permintaan yang meminta kamera, akses mikrofon, atau data pribadi secara mendesak. Karyawan perusahaan hingga warga biasa harus mulai sadar: video atau suara yang muncul bisa jadi bukan asli.

Seiring teknologi deepfake makin murah dan mudah diakses, tanggung jawab keamanan tidak hanya di tangan divisi TI, tetapi juga setiap individu dan organisasi. Tanpa peningkatan kesadaran, skema phishing dengan wajah atau suara palsu bisa jadi ancaman nyata berikutnya yang menyerang siapapun bukan hanya tokoh besar saja.

Sumber:

detikInet, 2025. “Phishing Makin Ngeri, Data Biometrik dan Tanda Tangan Jadi Incaran” [online]. In https://inet.detik.com/security/d-8199996/phishing-makin-ngeri-data-biometrik-dan-tanda-tangan-jadi-incaran

Harian Jogja, 2025. “AI Picu Modus Baru Penipuan Digital di Indonesia” [online]. In https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2025/11/08/512/1234825/ai-picu-modus-baru-penipuan-digital-di-indonesia

PlanetBerita.com, 2025. “Asia Tenggara Jadi Pusat Serangan Siber Global” [online]. In https://www.planetberita.com/berita/1001789292/asia-tenggara-jadi-pusat-serangan-siber-global-laporan-mimecast-2025-ungkap-meningkatnya-ancaman-berbasis-ai

Indonesia – Australia Tandatangani Perjanjian Keamanan Baru

Pemerintah Indonesia dan Australia telah mencapai kesepakatan substantif mengenai perjanjian keamanan bilateral yang menandai era baru dalam kerja sama pertahanan kedua negara. Dalam konferensi pers bersama di atas kapal perang HMAS Canberra di Sydney pada Rabu (12/11), Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan bahwa perjanjian ini akan mewajibkan konsultasi rutin di tingkat pemimpin dan menteri terkait isu keamanan bersama.

Albanese menegaskan bahwa jika salah satu atau kedua negara menghadapi ancaman terhadap keamanan mereka, maka konsultasi akan dilakukan untuk mempertimbangkan langkah–langkah individual maupun bersama. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa perjanjian tersebut adalah fondasi bagi kerjasama yang lebih erat dalam bidang pertahanan dan keamanan. Presiden Prabowo menyebut bahwa “tetangga yang baik akan saling membantu di masa sulit”.

Meski demikian, Jakarta tetap menegaskan bahwa kebijakan non-blok dan kemandirian luar negerinya tetap menjadi landasan, sehingga dokumen akhir masih menunggu penandatanganan resmi pada Januari 2026.

Dari perspektif geopolitik, analisis menunjukkan bahwa meskipun Indonesia tidak secara formal bergabung ke aliansi militer manapun, langkah ini menunjukkan bahwa Jakarta dan Canberra memilih jalur kooperatif guna menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Dengan perjanjian ini, baik Indonesia maupun Australia berharap bisa memperkuat kemampuan bersama dalam menangani ancaman maritim, terorisme, serta bencana kemanusiaan sekaligus menegaskan posisi kedua negara sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan regional.  

Sumber

Reuters, 2025. “Australia and Indonesia announce new security treaty” [online]. In https://www.reuters.com/world/asia-pacific/australia-indonesia-announce-new-bilateral-security-treaty-2025-11-12

Setkab, 2025. “President Prabowo Highlights Strategic Partnership with Australia” [online]. In https://setkab.go.id/en/president-prabowo-highlights-strategic-partnership-with-australia

Lowy Institute, 2025. ““Anchored in the region” What the new Australia – Indonesia security treaty really means” [online]. In https://www.lowyinstitute.org/the-interpreter/anchored-region-what-new-australia-indonesia-security-treaty-really-means

Tensi Jepang-China Tengah Memanas Pasca-Pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi Tentang Taiwan

Dalam beberapa hari belakangan, Tokyo dan Beijing tengah terlibat dalam perang kata-kata pasca-pernyataan Perdana Menteri Jepang baru, Sanae Takaichi pada sesi Diet terkait dengan kemungkinan tindakan militer yang dapat diambil Jepang bilamana China melakukan invasi terhadap Taiwan. Pernyataan kontroversial itu disampaikan oleh Takaichi pada Jum’at (07/11) lalu, dimana iau mengatakan bahwa respons Jepang terhadap kemungkinan iinvasi China terhadap Taiwan akan dihitung sebagai tindakan “self-defence”–yang merujuk kepada Pasal IX Konstitusi Jepang pasca-perang yang mengatur penggunaan angkatan bersenjata (yang dalam terminologi legal Jepang disebut sebagai Japanese Self-Defense Forces) terbatas pada tindakan defensif terhadap tanah air Jepang. Beijing pun merespons pernyataan ini melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian yang mengatakan bahwa pernyataan PM Takaichi “merusak hubungan baik kedua belah negara” sekaligus memperpanas tensi di Indo-Pasifik. Sementara itu, Konsuler Jenderal China di Osaka Xue Jian juga ikut merespons pernyataan Takaichi ini dengan mengeluarkan pernyataan kontroversial yang diinterpretasikan sebagai sebuah sikap hawkish—sejalan dengan adopsi diplomasi “Wolf Warrior” dalam beberapa tahun belakang oleh para diplomat China. Disisi lain, Kantor Kepresidenan Taiwan sendiri mengecam apa yang disebut sebagai “code of conduct yang agresif oleh pejabat diplomatik China terhadap Jepang”. Memanasnya hubungan antar kedua belah negara ini sendiri terjadi setelah pada minggu sebelumnya Beijing secara tidak langsubg mengkonfirmasi bahwa pihaknya belum mengeliminasi opsi pengambilalihan Taiwan melalui kekuatan militer, yang telah lama dianggap Beijing sebagai provinsi yang memberontak.

Sumber: 

The Guardian, 2025. “Japan and China in growing row after PM Takaichi says Taiwan conflict could trigger military deployment” [online]. In https://www.theguardian.com/world/2025/nov/11/japan-china-row-takaichi-taiwan-conflict-military-deployment

Bom Bunuh Diri di Pakistan dan India Kembali Membuat Tensi Regional Memanas

Sebuah serangan bom bunuh diri terjadi di ibukota Pakistan, Islamabad pada Selasa (11/11) dalam eskalasi kekerasan yang ditengarai terkait dengan aktivitas militan di barat Pakistan. Hal ini sempat menyebabkan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif untuk mendeklarasikan negara dalam keadaan perang. Pemerintah Pakistan sendiri menuding pemerintahan Taliban di Afghanistan dan India sebagai dalang utama dibalik peristiwa pengeboman ini. Dimana di saat yang hampir bersamaan, sebuah serangan bom mobil juga menargetkan distrik bersejarah dan bisnis di ibukota India, New Delhi dan menewaskan sekitar delapan orang, Kejadian ini terjadi di tengah Pakistan yang kini tengah terlibat konfrontasi dengan India dan Afghanistan, dimana pada Mei lalu Islamabad terlibat dalam perang empat hari sebagai respons atas serangan udara India ke Pakistan yang diberi kode nama “Operation Sindoor”. Terakhir, pada Oktober lalu Pakistan melancarkan serangan udara ke ibukota Kabul sebagai respons atas aktivitas militan Tehrik Taliban-e-Pakistan (TTP) di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan. Sementara itu, kelompok Tehrik Taliban-e-Pakistan (TTP) sendiri mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil ini. Pengakuan kelompok ini sendiri, semakin memperparah konflik regional antara ketiga negara, yang mana dalam beberapa waktu belakangan menunjukkan tanda akan adanya realignment oleh Afghanistan ke India semenjak kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi ke New Delhi pada Oktober lalu.

Sumber:

Reuters, 2025. “Suicide bombing in Pakistan capital kills 12, raises regional tension” [online]. In https://www.reuters.com/world/asia-pacific/explosion-injures-eight-outside-court-pakistans-capital-police-say-2025-11-11/

Tags: albaneseaustraliabom bunuh diri indiaChinacooperationdeepfakeDietIndonesiaJapanPakistanperjanjianperjanjian indonesia australiaPrabowopresidentprime ministersanae takaichisecurityTaiwan
Next Post
Weekly Report Mei 2025

Weekly Report Desember

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CNDSS

The Center for National Defense and Security Studies (CNDSS) is a non-profit organization dedicated to fostering collaboration between universities, government, and industries in the field of defense and security matters with strategic, analytically rich, and coherent analysis. Our mission is to promote innovation, research, and development in this critical area, with the ultimate goal of enhancing the safety and security of our communities and nations.

Our Social Media

© 2024 CNDSS- Center for National Defense and Security Studies (CNDSS).

No Result
View All Result
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us

© 2024 CNDSS- Center for National Defense and Security Studies (CNDSS).