CNDSS
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us
No Result
View All Result
CNDSS
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us
No Result
View All Result
CNDSS
No Result
View All Result

Weekly Report Desember

cndss.id by cndss.id
29 December 2025
in Weekly Report
0
Weekly Report Mei 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Serangan Udara yang didukung AS di Nigeria Menghantam Dua Kamp Terkait ISIS, Kata Pemerintah

Warga memeriksa kerusakan setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap militan Islamic State di Nigeria atas permintaan pemerintah Nigeria, seperti yang diumumkan Presiden AS Donald Trump di Truth Social pada 25 Desember, di Offa, Negara Bagian Kwara, Nigeria, pada 26 Desember 2025. (Foto: REUTERS/Abdullahi Dare Akogun)

LAGOS, 27 Desember (Reuters) – Serangan udara yang didukung AS di Nigeria menghantam dua kamp terkait Negara Islam (ISIS) di Hutan Bauni, Negara Bagian Sokoto, yang menargetkan pejuang asing yang menyusup dari wilayah Sahel, kata pemerintah Nigeria.

Serangan yang dilakukan pada Kamis disetujui oleh Presiden Bola Tinubu dan diluncurkan dari platform maritim yang berbasis di Teluk Guinea, setelah pengumpulan intelijen yang ekstensif, perencanaan operasional, dan pengintaian, kata kementerian informasi dalam pernyataan pada Jumat.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan di Truth Social pada Kamis bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap militan ISIS di barat laut Nigeria atas permintaan pemerintah Nigeria. Dia mengatakan kelompok tersebut telah menargetkan umat Kristen di wilayah tersebut.

“Sebanyak 16 munisi presisi yang dipandu GPS diluncurkan menggunakan platform udara tak berawak MQ-9 Reaper, berhasil menetralkan elemen ISIS yang menargetkan Nigeria dari koridor Sahel,” kata pernyataan pemerintah Nigeria.

Informasi intelijen menunjukkan bahwa kamp-kamp tersebut digunakan oleh elemen ISIS asing yang bekerja sama dengan afiliasi lokal untuk merencanakan serangan berskala besar di dalam Nigeria, tambahnya. Tidak ada korban sipil yang dilaporkan, meskipun puing-puing jatuh di dua kota di negara bagian Sokoto dan Kwara.

Trump menggambarkan operasi tersebut sebagai “serangan-serangan sempurna” dan memperingatkan bahwa “akan ada lebih banyak lagi.” 

Operasi ini menandai tindakan bersama yang jarang terjadi antara Abuja dan Washington dan menyoroti peningkatan kerja sama keamanan seiring dengan penyebaran kekerasan Islamis ke selatan dari Sahel.

Pemerintah Negara Bagian Sokoto mengonfirmasi serangan tersebut dan mendesak warga untuk tetap tenang. “Operasi yang sedang berlangsung bertujuan untuk mengamankan negara bagian dan memastikan perlindungan nyawa dan harta benda,” kata pemerintah negara bagian.

Nigeria telah berjuang melawan pemberontak Islamis selama lebih dari satu dekade, tetapi kehadiran pejuang asing yang terkait dengan ISIS menandakan eskalasi ancaman. Pemerintah Nigeria menyatakan tetap “sepenuhnya berkomitmen untuk melindungi nyawa dan harta benda” dan berjanji akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap jaringan ekstremis transnasional.

Sumber:

https://www.reuters.com/world/africa/us-backed-airstrikes-nigeria-hit-two-isis-linked-camps-government-says-2025-12-27

Trump mengatakan AS akan menyimpan minyak mentah dan kapal tanker yang disita di dekat Venezuela

Sebuah helikopter militer AS terbang di atas kapal berbendera Panama, Centuries, yang diintercept oleh Angkatan Laut AS, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan “blokade” terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela, di sebelah timur Barbados di Laut Karibia pada 20 Desember 2025. (Foto: DHS/Handout via REUTERS)

Presiden Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menyimpan minyak mentah dan kapal-kapal tanker yang disita di dekat Venezuela.

“Kita akan menyimpannya,” ujar Trump kepada wartawan di Palm Beach, Florida, setelah meresmikan kelas kapal perang baru yang dinamai menurut namanya sendiri.

“Mungkin kita akan menjualnya, mungkin kita simpan, mungkin kita gunakan untuk cadangan strategis,” kata Trump mengenai minyak yang disita tersebut. “Kita juga akan menahan kapal-kapalnya.”

Trump telah memerintahkan blokade terhadap kapal-kapal tanker minyak yang terkena sanksi saat memasuki atau meninggalkan Venezuela, seiring upayanya meningkatkan tekanan terhadap Presiden Nicolas Maduro. AS menyita sebuah kapal tanker besar pada 10 Desember yang membawa lebih dari 1 juta barel minyak, menurut firma konsultan energi Kpler. Mereka juga mencegat kapal kedua pada akhir pekan lalu. Trump mengonfirmasi pada hari Senin bahwa AS tengah mengejar kapal tanker ketiga.

“Prosesnya sedang berjalan. Kita akhirnya akan mendapatkannya,” kata Trump mengenai kapal tanker tersebut. “Kapal itu datang dari lokasi yang salah. Kapal itu keluar dari Venezuela, dan kapal itu sedang dikenakan sanksi.”

Trump mengatakan “akan menjadi langkah cerdas” bagi Maduro untuk mundur, ketika ditanya apakah tujuan utamanya adalah untuk menggulingkan Presiden Venezuela tersebut.

Venezuela adalah anggota pendiri OPEC dan memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Negara tersebut mengekspor sekitar 749.000 barel per hari tahun ini, dengan lebih dari separuh minyak tersebut dikirim ke Tiongkok, menurut data dari Kpler. Amerika Serikat telah melakukan pembangunan kekuatan militer besar-besaran di Karibia. Pemerintahan Trump telah melancarkan serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diklaim sedang menyelundupkan narkoba ke AS. Legalitas serangan-serangan tersebut masih diperdebatkan dan telah menjadi subjek pengawasan oleh Kongres.

Trump mengancam pada hari Senin untuk memperluas serangan tersebut hingga ke daratan.

“Kami akan memulai program yang sama di darat,” katanya. “Jika mereka ingin datang melalui darat, mereka akan menghadapi masalah besar. Mereka akan hancur berkeping-keping, karena kami tidak ingin rakyat kami diracuni.”

Sumber:

https://www.cnbc.com/2025/12/22/trump-says-us-will-keep-the-crude-oil-and-tankers-seized-near-venezuela.html

Eksklusif: Bagaimana China Membangun ‘Proyek Manhattan’ Miliknya untuk Menandingi Barat dalam Industri Chip AI

Sebuah bendera Tiongkok ditampilkan di samping tanda “Made in China” yang terlihat pada papan sirkuit cetak dengan chip semikonduktor, dalam gambar ilustrasi yang diambil pada 17 Februari 2023. (Foto: REUTERS/Florence Lo/Ilustrasi/Foto Arsip)

Di sebuah laboratorium dengan keamanan tingkat tinggi di Shenzhen, para ilmuwan China dilaporkan telah berhasil membangun sebuah prototipe mesin yang selama bertahun-tahun coba dicegah oleh Washington: mesin pembuat chip semikonduktor tercanggih untuk kecerdasan buatan (AI). Proyek rahasia ini kini mulai terkuak sebagai “Proyek Manhattan” versi China, sebuah upaya mobilisasi nasional untuk mengakhiri dominasi Barat di sektor teknologi strategis.

Laporan eksklusif Reuters yang dirilis pada Rabu (17/12/2025) mengungkapkan bahwa prototipe mesin litografi extreme ultraviolet (EUV) tersebut telah selesai dibangun pada awal 2025 dan kini tengah menjalani tahap pengujian. Mesin ini memiliki skala yang luar biasa besar, mengisi hampir seluruh lantai pabrik, dan dirancang untuk mencetak sirkuit ribuan kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia pada wafer silikon.

Insinyur ASML dan Strategi “Reverse Engineering”

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran tim mantan insinyur raksasa semikonduktor Belanda, ASML, yang melakukan rekayasa balik (reverse engineering) terhadap teknologi mesin EUV perusahaan asal mereka. Selama ini, ASML merupakan satu-satunya perusahaan di dunia yang menguasai teknologi EUV, yang penjualannya ke China telah diblokir ketat oleh tekanan diplomatik Amerika Serikat.

Meski mesin prototipe ini belum mampu memproduksi chip yang berfungsi secara komersial, keberadaannya membuktikan bahwa China selangkah lebih dekat menuju kemandirian teknologi. Pemerintah China dilaporkan menargetkan produksi chip fungsional dari mesin ini pada tahun 2028, meskipun para ahli memprediksi target yang lebih realistis adalah pada tahun 2030.

Fokus pada Kedaulatan Nasional

Di bawah pengawasan Ding Xuexiang, orang kepercayaan Presiden Xi Jinping yang memimpin Komisi Sains dan Teknologi Pusat, proyek ini melibatkan jejaring raksasa teknologi seperti Huawei serta berbagai institut riset negara. Huawei disebut memegang peran sentral dalam mengoordinasikan ribuan insinyur guna memastikan rantai pasok chip China benar-benar bersih dari pengaruh komponen Amerika Serikat.

“Tujuannya adalah agar China akhirnya mampu membuat chip canggih pada mesin yang sepenuhnya buatan dalam negeri,” ungkap seorang sumber yang mengetahui proyek tersebut kepada Reuters.

Dampak Geopolitik

Kemajuan ini memicu kekhawatiran baru di Washington. Selama ini, kontrol ekspor terhadap peralatan chip canggih dianggap sebagai “senjata pamungkas” Barat untuk menghambat militerisasi AI oleh Beijing. Namun, keberhasilan prototipe di Shenzhen menunjukkan bahwa kebijakan isolasi teknologi justru memaksa China untuk menciptakan ekosistem inovasi yang sepenuhnya mandiri.

Para pengamat menilai, jika China berhasil menguasai teknologi EUV, maka peta kekuatan ekonomi dan militer dunia akan berubah secara fundamental. Hal ini menandai dimulainya babak baru dalam Perang Dingin Teknologi, di mana algoritma dan chip menjadi “bom atom” masa kini yang menentukan siapa penguasa dunia di masa depan.

Sumber:

https://www.reuters.com/world/china/how-china-built-its-manhattan-project-rival-west-ai-chips-2025-12-17

Gencatan Senjata Runtuh: Pertempuran Thailand-Kamboja Memanas, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Warga perbatasan yang disengketakan di Provinsi, Oddar Meanchey, Kamboja mengungsi saat konflik dengan Thailand pecah. (Foto: Reuters)

Konflik bersenjata antara pasukan Thailand dan Kamboja kembali memanas dan meluas di sepanjang perbatasan kedua negara pada awal Desember 2025. Peristiwa ini menyusul runtuhnya gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Malaysia beberapa waktu lalu, mendorong puluhan ribu hingga ratusan ribu warga sipil mengungsi.

Bentrokan yang terjadi sejak 7 Desember 2025 ini dilaporkan telah meluas ke lima provinsi di wilayah perbatasan, termasuk Sa Kaeo, Surin, dan Trat di sisi Thailand. Eskalasi ini dianggap yang paling mematikan sejak pertempuran sengit pada Juli 2025.

Militer Thailand mengakui telah melancarkan serangan udara dengan jet tempur F-16 pada Senin (8/12), menyasar instalasi militer Kamboja sebagai tindakan defensif. Thailand menuding Kamboja melanggar kedaulatan dengan menyusupkan pasukan, menggali parit, dan mengerahkan pesawat nirawak (UAV) di wilayah yang disengketakan. Di sisi lain, Kamboja melalui mantan pemimpin berpengaruh Hun Sen bersumpah akan melakukan perlawanan sengit, menuduh Bangkok sebagai pemicu agresi. Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh Thailand atas eskalasi yang terjadi dengan melancarkan serangan terhadap tentara Kamboja pada Senin (8/12) setelah menahan diri selama 2 hari untuk tidak melancarkan serangan balasan.

Korban jiwa dari kedua belah pihak terus bertambah. Militer Thailand melaporkan 3 tentara tewas dan 29 lainnya terluka sejak Senin (8/12). Sementara itu, Kamboja mengumumkan sedikitnya 7 warga sipil tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat pertempuran. Total lebih dari 140.000 warga di kedua sisi perbatasan telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah negara ASEAN mendesak kedua pihak untuk segera menahan diri. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta agar eskalasi lebih lanjut dihindari, namun situasi di lapangan menunjukkan intensitas pertempuran masih tinggi.

Konflik ini berakar dari sengketa perbatasan berusia seabad yang diperparah oleh perbedaan interpretasi peta era kolonial dan klaim atas kompleks candi kuno, termasuk Candi Preah Vihear. Ketegangan yang berulang ini mengancam stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Sumber

https://www.cnbcindonesia.com/news/20251210072347-4-692696/perang-thailand-kamboja-makin-ngeri-10-tewas-140-ribu-ngungsi

https://www.thehindu.com/news/international/cambodia-vows-fierce-fight-against-thailand-in-escalating-border-conflict/article70375678.ece

https://www.theguardian.com/world/2025/dec/08/thailand-airstrikes-disputed-border-cambodia

Tragedi Desember di Sumatera: Korban Jiwa Tembus 969 Orang, Bencana Ekologis Jadi Sorotan

Permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 29 November 2025. (Foto: Via Tempo. Antara/Yudi Manar)

Rentetan bencana hidrometeorologi, yang didominasi oleh banjir bandang dan tanah longsor, terus melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera sepanjang akhir November hingga pertengahan Desember 2025. Per hari Rabu (10/12/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data yang mengkhawatirkan, di mana jumlah korban meninggal dunia telah menembus angka 969 orang, sementara 262 lainnya masih dinyatakan hilang.

Tiga provinsi yang mengalami dampak terparah adalah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meluluhlantakkan infrastruktur, memutus jalur logistik, dan memaksa hampir satu juta jiwa penduduk mengungsi.

Kerusakan Masif dan Krisis Kemanusiaan

Data terbaru BNPB per Rabu (10/12/2025) pukul 09.00 WIB mencatat total korban jiwa mencapai 969 orang meninggal dan 262 orang hilang di ketiga provinsi tersebut. Aceh menjadi wilayah dengan korban terdampak terbanyak.

Tentu, berikut adalah data korban jiwa dan hilang di tiga provinsi yang terdampak parah dalam bencana di Sumatera, disajikan dalam bentuk narasi:

Data Korban Jiwa dan Hilang (Per 10 Desember 2025)

Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 Desember 2025, tercatat jumlah korban meninggal dan hilang yang signifikan di tiga provinsi terdampak:

  • Aceh: Tercatat 391 orang meninggal dunia dan 31 orang dinyatakan hilang.
  • Sumatera Utara: Mengalami 340 korban meninggal dan jumlah orang hilang mencapai 138 orang.
  • Sumatera Barat: Dilaporkan 238 orang meninggal dan 93 orang masih dalam pencarian (hilang).

Total akumulatif korban meninggal dunia di ketiga provinsi tersebut mencapai 969 jiwa.

Sorotan Bencana Ekologis: Kayu Gelondongan dan Izin Tambang

Temuan adanya tumpukan kayu gelondongan yang hanyut bersama banjir bandang di beberapa Lokasi seperti di Aceh Tamiang, menguatkan dugaan adanya praktik pembalakan liar atau deforestasi di wilayah hulu. Pakar dari UGM menyebut tragedi ini diakibatkan oleh kerusakan ekosistem hutan di hulu DAS.

Menanggapi hal ini, Kementerian Kehutanan telah menghentikan sementara pengangkutan dan pemanfaatan kayu di tiga provinsi tersebut dan akan mengusut tuntas dugaan aktivitas pertambangan yang melanggar aturan.

Gubernur Sumatera Barat sendiri telah memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana hingga 22 Desember 2025 untuk mengoptimalkan pengerahan sumber daya dalam upaya pencarian dan rehabilitasi.

Sumber:

https://databoks.katadata.co.id/lingkungan/statistik/6938cfc7ca2fa/969-orang-meninggal-dan-262-hilang-akibat-bencana-sumatra-10-desember-2025

https://www.tribunnews.com/nasional/7764459/update-korban-bencana-aceh-sumut-sumbar-8-desember-2025-961-meninggal-1057482-orang-mengungsi

https://ugm.ac.id/id/berita/bencana-banjir-bandang-sumatra-pakar-ugm-sebut-akibat-kerusakan-ekosistem-hutan-di-hulu-das

Tags: ASMLBanjirChinachipEUVISISKambojaLongsorNigeriaSumatraThailandTrumpVenezuela
Next Post
Indonesia di Persimpangan Jet Tempur: Menimbang Janji Boramae dan Ambisi KAAN

Indonesia di Persimpangan Jet Tempur: Menimbang Janji Boramae dan Ambisi KAAN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CNDSS

The Center for National Defense and Security Studies (CNDSS) is a non-profit organization dedicated to fostering collaboration between universities, government, and industries in the field of defense and security matters with strategic, analytically rich, and coherent analysis. Our mission is to promote innovation, research, and development in this critical area, with the ultimate goal of enhancing the safety and security of our communities and nations.

Our Social Media

© 2024 CNDSS- Center for National Defense and Security Studies (CNDSS).

No Result
View All Result
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us

© 2024 CNDSS- Center for National Defense and Security Studies (CNDSS).