Foto: Dari kiri ke kanan: Reza Zakariansyah, S.Sos. (Sekretaris Umum CNDSS), Akhmad Hani Nadif, S.Hub.Int., M.Hub.Int. (Co-Founder CNDSS), Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla. (Kepala Pusat Kajian Maritim/KAPUSJIANMAR SESKOAL TNI AL), Dr. Probo Darono Yakti, S.Hub.Int., M.Hub.Int. (Direktur CNDSS), dan Alfin Febrian Basundoro, S.I.P., MStratSt (Adv.) (Fellow Researcher CNDSS) berpose usai seminar yang digelar Cakra Studi Global Strategis (CSGS) bekerja sama dengan SESKOAL TNI AL.
Pada hari Kamis (25/9) Center for National Defense and Security Studies (CNDSS) turut hadir dalam kuliah tamu bertajuk “Studi Indonesia sebagai Negara Maritim: Relevansi Poros Maritim Dunia dan Tantangan Strategi Pertahanan Laut” yang diselenggarakan oleh Cakra Studi Global Strategis (CSGS) Universitas Airlangga. Acara ini berlangsung di Hall 5A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Kampus B Universitas Airlangga Surabaya.
Kuliah tamu menghadirkan Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla., Kepala Pusat Pengkajian Maritim Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (SESKOAL), sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya posisi Indonesia sebagai negara kepulauan strategis yang berada di jalur perdagangan internasional, serta tantangan menjaga kedaulatan laut di tengah dinamika geopolitik dan modernisasi militer kawasan.
CNDSS diwakili oleh Co-Founder Akhmad Hani Nadif, S.Hub.Int., M.Hub.Int. dan Direktur Dr. Probo Darono Yakti, S.Hub.Int., M.Hub.Int. yang juga menjabat sebagai peneliti CSGS dan dosen HI FISIP Universitas Airlangga beserta segenap tim. Kehadiran CNDSS menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat kajian strategis sektor pertahanan dan keamanan nasional, khususnya terkait kebijakan pertahanan dan keamanan maritim.
Menurut Akhmad Hani Nadif, partisipasi CNDSS dalam forum akademik seperti ini penting untuk memperluas jejaring pengetahuan serta mendukung upaya pengembangan konsep pertahanan laut yang adaptif terhadap ancaman kontemporer melalui hubungan yang harmonis antara akademisi dan TNI-AL sebagai aparat pertahanan. Sementara itu, Dr. Probo Darono Yakti menegaskan bahwa kegiatan ini dibawakan secara luar biasa oleh Kepala Pusat Kajian Maritim (KAPUSJIANMAR) SESKOAL TNI AL. Melalui forum ini, diberikan wawasan mendalam mengenai kondisi riil di lapangan khususnya terkait kesiapan sumber daya manusia, modernisasi alutsista, serta pengembangan doktrin TNI AL.
Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri akademisi serta sejumlah personil TNI-AL. Diskusi mencakup isu modernisasi kekuatan maritim, diplomasi pertahanan di kawasan Indo-Pasifik, hingga urgensi penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mendukung kemandirian alutsista laut Indonesia.
Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan sinergi antara lembaga riset strategis dan TNI-AL sebagai salah satu komponen utama pertahanan negara dapat mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang relevan bagi pemerintah dan pemangku kebijakan pertahanan nasional.

