CNDSS
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us
No Result
View All Result
CNDSS
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us
No Result
View All Result
CNDSS
No Result
View All Result

Weekly Report 9-19 Agustus 2026

cndss.id by cndss.id
20 August 2026
in Weekly Report
0
Weekly Report 9-19 Agustus 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Two Subsea Communication Cables Damaged off Perth Coast in ‘Concerning Development’

Ilustrasi: The Nightly

Dua kabel bawah laut di lepas pantai Perth, yang vital untuk komunikasi internasional, mengalami kerusakan selama akhir pekan, dan perusahaan yang memilikinya sangat ingin mengetahui apa yang terjadi.

CEO perusahaan kabel Subco, Bevan Slattery, menulis di LinkedIn kemarin bahwa dua kabel terpisah di Zona Perlindungan Kabel Selam di lepas pantai Perth telah mengalami kerusakan “berturut-turut dan berdekatan satu sama lain”.

Postingannya lebih lanjut mengatakan bahwa ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan dan meminta Kepolisian Federal Australia untuk menyelidiki dengan segera.

David Brewster, rekan peneliti senior di National Security College di Australian National University, mengatakan kepada Nadia Mitsopoulos di 102.5 ABC Perth bahwa kabel internasional yang menghubungkan Australia dengan dunia sangat penting.

“Australia memiliki 16 kabel bawah laut yang membawa 99 persen dari komunikasi internasional kita,” kata Dr Brewster.

Ini sangat mendasar bagi ekonomi Australia dan kehidupan sehari-hari kita, dan jika mereka terganggu atau berhenti, itu akan berdampak besar pada negara kita.

“Semakin banyak kabel yang Anda miliki, semakin kurang rentan Anda, dan Australia tentu saja membutuhkan lebih banyak kabel daripada yang dimilikinya saat ini untuk mengurangi ancaman tersebut.”

Lebih lanjut, Dr Brewster menyatakan bahwa kita juga perlu mempertimbangkan siapa yang memiliki kabel-kabel tersebut.

“Mereka semua dimiliki secara pribadi, dan semakin banyak, mereka dimiliki oleh perusahaan teknologi AS seperti Meta atau Google atau Amazon,” katanya.

“Itu juga menciptakan risiko lain, karena itu berarti bahwa tidak hanya kabel-kabel ini dimiliki secara pribadi, tetapi juga dimiliki secara pribadi oleh, dalam banyak kasus, perusahaan asing.”

Pemerintah memiliki kekuasaan yang sangat terbatas untuk benar-benar mempengaruhi apa yang dilakukan dalam pengoperasian atau perbaikan kabel-kabel ini.

Tidak ada satu pun regulator

Dia mengatakan masalah yang lebih rumit adalah bahwa tidak ada satu pun departemen atau lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas kabel-kabel tersebut.  Sebaliknya, beberapa departemen memiliki yurisdiksi atas beberapa aspek sektor kabel bawah laut.

“Kita perlu menominasikan sebuah lembaga untuk bertanggung jawab melindungi kabel dan tanggapan apa pun,” katanya.

“Siapa yang Anda hubungi ketika kabel dipotong atau terganggu? Bagi banyak operator swasta, mereka benar-benar tidak jelas siapa yang bertanggung jawab di dalam pemerintah.”

Slattery tidak tersedia untuk diwawancarai.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara AFP mengonfirmasi bahwa agensi tersebut telah menerima laporan kejahatan terkait masalah ini.

“Laporan ini saat ini sedang dinilai berdasarkan informasi yang diberikan.”  Komentar lebih lanjut akan diberikan pada waktu yang tepat,” kata juru bicara tersebut.

(Telah diterjemahkan dari artikel berjudul “Two subsea communication cables damaged off Perth coast in ‘concerning development’” yang dipublikasikan oleh ABC News pada 11 Agusts 2026)

Sumber

ABC News, 2026. “Two subsea communication cables damaged off Perth coast in ‘concerning development’” [Online] In https://www.abc.net.au/news/2026-08-11/subsea-cable-damaged-off-perth-coast-in-protection-zone/107021436 [accessed on 11 Agustus 2026]

TNI AD dan US Army Tingkatkan Interoperabilitas Melalui Latma Ksatria Warrior 2026

Foto: TNI AD

BATURAJA – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kerja sama pertahanan di tengah dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks. Penguatan kerja sama tersebut salah satunya dilakukan melalui latihan bersama untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan prajurit kedua negara.

TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit melalui Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 yang resmi dibuka di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, pada Sabtu (15/8/2026).

Latma Ksatria Warrior 2026 menjadi sarana bagi kedua angkatan darat untuk meningkatkan kemampuan tempur sekaligus memperkuat pemahaman terhadap taktik, teknik, dan prosedur masing-masing. Latihan ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan dan memperkokoh hubungan kerja sama serta persahabatan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dalam amanatnya pada upacara pembukaan, Waaspers Kaskostrad Kolonel Inf Slamet, selaku Komandan Latihan, menegaskan bahwa keberhasilan latihan tidak hanya diukur dari pencapaian sasaran latihan, tetapi juga dari kualitas komunikasi, disiplin, dan kerja sama antar peserta.

“Keberhasilan latihan tidak diukur semata-mata dari tercapainya sasaran latihan, tetapi juga dari terbangunnya komunikasi yang efektif, disiplin yang tinggi, kerja sama yang solid, dan kemampuan setiap peserta untuk belajar satu sama lain,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Lieutenant Colonel Joseph Esminger selaku pimpinan latihan dari Batalyon Infanteri 100 US Army. Menurutnya, interaksi dan komunikasi selama latihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman serta kemampuan prajurit kedua negara untuk bekerja secara terpadu.

Seluruh peserta juga ditekankan untuk mengikuti setiap tahapan latihan secara disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keprajuritan serta menghormati budaya masing-masing negara.

Melalui Latma Ksatria Warrior 2026, TNI AD dan US Army terus memperkuat interoperabilitas dan profesionalisme prajurit sekaligus meningkatkan kepercayaan serta kemitraan pertahanan yang telah terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat. (Dwi Sasongko)

Sumber

ISDS, 2026.” TNI AD dan US Army Tingkatkan Interoperabilitas Melalui Latma Ksatria Warrior 2026” [Online] In https://www.isds.co.id/2026/08/15/tni-ad-dan-us-army-tingkatkan-interoperabilitas-melalui-latma-ksatria-warrior-2026/ [accessed on 16 Agustus 2026]

Lengkap! Ini Deretan Alutsista Baru TNI yang Datang pada 2026

Foto: Detikcom

Jakarta, CNBC Indonesia — Indonesia terus memperbesar dan memodernisasi kekuatan militernya selama delapan puluh satu tahun setelah merdeka,

Langkah tersebut terlihat dari kedatangan berbagai alat utama sistem persenjataan atau alutsista baru sepanjang 2026. Mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, radar pertahanan udara, hingga kapal perang.

Modernisasi diperlukan karena TNI masih mengoperasikan sejumlah alutsista yang telah berusia puluhan tahun. Indonesia juga memiliki wilayah darat, laut, dan udara yang sangat luas sehingga membutuhkan kemampuan pengawasan, mobilitas, serta pertahanan yang memadai.

Tahun 2026 menjadi salah satu periode penting bagi modernisasi pertahanan Indonesia. TNI AU menerima pesawat tempur Rafale pertamanya, serta kedatangan pesawat angkut Airbus A400M kedua.

TNI AL juga menerima KRI Prabu Siliwangi-321 serta KRI Canopus-936, kapal pertama Indonesia yang memiliki kemampuan mendukung penyelamatan kapal selam.

Berikut alutsista utama yang tiba atau diserahkan kepada TNI sepanjang 2026

Enam Rafale Resmi Memperkuat TNI AU

Salah satu kedatangan paling besar pada 2026 adalah pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis.

Tiga Rafale pertama tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada 23 Januari 2026. Kedatangan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan Rafale.

Tiga unit berikutnya datang menjelang acara penyerahan alutsista oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026. Dengan tambahan tersebut, TNI AU telah menerima enam dari total 42 Rafale yang dipesan.

Rafale sendiri merupakan pesawat tempur multirole yang dapat menjalankan misi pertempuran udara, serangan terhadap sasaran di darat, pengintaian, dan patroli wilayah udara.

Pesawat tersebut memperkuat Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin. Sebelumnya, skadron tersebut mengoperasikan pesawat Hawk 109/209 yang kemudian dipindahkan ke Skadron Udara 1.

Penyerahan Rafale juga dilengkapi rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor serta AASM HAMMER. Sistem persenjataan tersebut memungkinkan Rafale menyerang sasaran di udara ataupun darat dari jarak jauh.

Dalam acara pada Mei 2026, pemerintah secara simbolis menyerahkan satu rudal Meteor dan enam AASM HAMMER kepada TNI AU.

Airbus A400M Kedua Tiba dari Spanyol

TNI AU juga menerima pesawat angkut strategis Airbus A400M kedua pada 2026.

Pesawat dengan nomor registrasi A-4002 tersebut mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 28 Maret 2026 setelah menempuh penerbangan dari fasilitas Airbus di Sevilla, Spanyol.

A-4002 melengkapi pesawat pertama bernomor A-4001 yang telah tiba pada November 2025. Dengan demikian, dua A400M yang dipesan Indonesia telah berada di dalam negeri.

A400M mampu mengangkut personel, kendaraan militer, alat berat, logistik, dan perlengkapan kemanusiaan. Pesawat ini juga dapat beroperasi dari landasan yang relatif pendek serta menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara.

Kemampuan tersebut memperluas jangkauan operasi TNI AU, terutama untuk mengirimkan pasukan dan logistik ke berbagai wilayah Indonesia. A400M juga dapat digunakan dalam operasi penanganan bencana serta misi kemanusiaan ke luar negeri.

Pesawat kedua kemudian diserahkan secara resmi oleh Prabowo kepada TNI dalam acara di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026.

Enam T-50i Golden Eagle Tambahan

Selain Rafale, TNI AU menerima enam pesawat T-50i Golden Eagle baru dari Korea Selatan.

Pengiriman dimulai pada Februari 2026 dan diselesaikan pada akhir Juni. Korea Aerospace Industries (KAI) kemudian mengumumkan penyelesaian proses penerimaan seluruh pesawat pada 16 Juli 2026.

Enam pesawat tersebut merupakan bagian dari kontrak senilai sekitar US$240 juta yang ditandatangani pada 2021. Kontrak juga mencakup dukungan teknis dan paket logistik.

T-50i merupakan pesawat latih jet supersonik yang juga dapat digunakan untuk menjalankan misi tempur ringan. Pesawat ini digunakan untuk melatih calon penerbang sebelum mengoperasikan pesawat tempur dengan kemampuan lebih tinggi.

Indonesia sebelumnya telah menerima 16 T-50i berdasarkan kontrak pertama yang ditandatangani pada 2011. Dengan kedatangan enam unit terbaru, jumlah T-50i yang pernah dikirim kepada Indonesia menjadi 22 pesawat.

Dua Radar GM403 Perkuat Pengawasan Udara

Kemampuan pengawasan udara Indonesia juga diperkuat dengan kedatangan radar Ground Master 403 atau GM403 buatan Thales, Prancis.

Thales secara resmi menyerahkan dua radar GM403 pertama kepada TNI AU pada 18 Mei 2026. Salah satu sistem ditampilkan dalam acara penyerahan alutsista di Lanud Halim Perdanakusuma.

Kedua radar tersebut merupakan bagian dari pengadaan 13 GM403 yang dijalankan bersama PT Len Industri. Sebanyak 11 radar berikutnya dijadwalkan diserahkan secara bertahap.

GM403 merupakan radar pengawas udara tiga dimensi jarak jauh. Radar ini dapat mendeteksi serta melacak pesawat tempur, pesawat tanpa awak, rudal, dan berbagai objek lain di udara.

Sistem tersebut juga memiliki fungsi Ground Controlled Interception. Data yang dihasilkan radar dapat digunakan untuk membantu mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Radar GM403 akan diintegrasikan dengan sistem komando dan pengendalian SkyView. Integrasi tersebut memungkinkan informasi dari sejumlah radar disatukan untuk membentuk gambaran situasi udara nasional.

KRI Prabu Siliwangi Tiba dari Italia

Modernisasi tidak hanya terjadi di udara. TNI AL menerima kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 pada Maret 2026.

Kapal tersebut sebelumnya diserahkan oleh galangan Fincantieri kepada TNI AL di Muggiano, Italia, pada 22 Desember 2025. KRI Prabu Siliwangi kemudian memulai pelayaran menuju Indonesia pada Februari 2026.

Setelah menempuh perjalanan mengelilingi Afrika, kapal tiba di wilayah perairan Indonesia pada 22 Maret. KRI Prabu Siliwangi kemudian bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 26 Maret 2026.

Kapal ini memiliki panjang sekitar 143 meter dan bobot penuh sekitar 6.270 ton. Kecepatan maksimumnya dapat mencapai 32 knot.

KRI Prabu Siliwangi dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari peperangan permukaan, pertahanan udara, patroli, hingga operasi kemanusiaan.

Kapal tersebut menjadi kapal kedua dari kelas yang sama setelah KRI Brawijaya-320, yang telah tiba di Indonesia pada September 2025. Keduanya ditempatkan untuk memperkuat jajaran Komando Armada II di Surabaya.

KRI Prabu Siliwangi dilengkapi meriam utama kaliber 127 milimeter, sistem radar, sensor, dan fasilitas penerbangan untuk helikopter. TNI AL juga mempertimbangkan pemasangan rudal antikapal dan rudal pertahanan udara tambahan.

KRI Canopus, Kapal Penyelamat Kapal Selam Pertama

TNI AL kembali mendapat tambahan kekuatan dengan kedatangan KRI Canopus-936 pada 11 Mei 2026.

Kapal tersebut diterima di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali.

KRI Canopus merupakan kapal pertama milik Indonesia yang dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam.

Kapal tersebut merupakan hasil kolaborasi galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen dengan PT Palindo Marine. Tingkat komponen dalam negerinya disebut mencapai 60%.

KRI Canopus dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle, Remotely Operated Vehicle, perangkat survei hidrografi, dan pesawat tanpa awak.

Peralatan tersebut dapat digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, serta pemetaan dasar laut secara terperinci.

Kapal ini juga dapat menjalankan pencarian objek di bawah laut, mendeteksi sinyal darurat, memetakan jalur kapal selam, mendeteksi ranjau, serta mendukung kegiatan intelijen maritim.

NC212i Terbaru Buatan PTDI

Alutsista terbaru lainnya datang dari industri pertahanan dalam negeri. PT Dirgantara Indonesia menyerahkan satu pesawat NC212i kepada TNI AU pada 30 Juli 2026.

Pesawat bernomor AX-2135 tersebut merupakan unit kedelapan dari total sembilan NC212i yang dipesan Kementerian Pertahanan untuk TNI AU.

Unit terbaru memiliki konfigurasi untuk mengangkut pasukan, menjalankan operasi modifikasi cuaca, dan melakukan pemotretan udara.

NC212i dapat digunakan untuk mengangkut personel ataupun barang menuju wilayah yang memiliki landasan terbatas. Fleksibilitas tersebut membuat pesawat dapat digunakan untuk operasi militer, distribusi logistik, penanganan bencana, dan evakuasi.

Pesawat diterbangkan dari fasilitas PTDI di Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. PTDI masih harus menyelesaikan satu NC212i terakhir untuk memenuhi kontrak sembilan pesawat.

Sumber

CNBC Indonesia, 2026. “Lengkap! Ini Deretan Alutsista Baru TNI yang Datang pada 2026” [Online] In https://www.cnbcindonesia.com/research/20260817165636-128-760082/lengkap-ini-deretan-alutsista-baru-tni-yang-datang-pada-2026 [accessed on 17 Agustus 2026]

Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI di Mimika, 1 Prajurit TNI Gugur dan 2 Terluka

Foto: Kompas

MIMIKA, KOMPAS.com – Kontak tembak antara kelompok bersenjata OPM dengan aparat TNI terjadi di momen peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (17/8/2026). Satu prajurit dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya terluka. Berdasarkan laporan yang dihimpun, sekitar pukul 08.12 WIT Pos Yonif 133/YS dan Koramil Jila diserang dari tiga arah. Aparat langsung melakukan tembakan balasan. Akibat kejadian tersebut, tiga Personel Yonif 133/YS terkena tembakan. Pratu Rizki Kurniawan meninggal usai kena tembak di bagian kepala, Pratu Y. Pasaribu kena tembak bagian pinggang dan Pratu Kiki Febrio kena tembak bagian lengan. Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan bahwa saat ini aparat melakukan peningkatan pengamanan dan pengejaran terhadap pelaku. “Situasi di wilayah jila masih kondusif, dengan beberapa peningkatan pengamanan di titik-titik tertentu kemudian pihak aparat gabungan melakukan pengejaran kepada para pelaku,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (17/8/2026).

Aparat Gabungan Siaga Hingga kini, aparat keamanan masih berusaha mengantisipasi aksi susulan gangguan tembakan. Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengungkap situasi masih mencekam. Lokasi pos TNI pun cukup dekat dengan Polsek Jila. “Situasi masih mencekam. Memang lokasinya berdekatan dengan Polsek. Anggota sedang berjaga-jaga disana. Sementara untuk korbannya nanti disampaikan oleh pihak TNI,” ujarnya. Diketahui, kondisi geografis Wilayah Jila relatif sulit dijangkau dan keterbatasan akses darat.

Sumber

Kompas, 2026. “Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI di Mimika, 1 Prajurit TNI Gugur dan 2 Terluka” [Online] In https://regional.kompas.com/read/2026/08/17/121620678/kontak-tembak-dengan-opm-saat-hut-ke-81-ri-di-mimika-1-prajurit-tni-gugur [accessed on 17 Agustus 2026]

Panas! Uni Emirat Arab Tuduh Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Wilayahnya

Ilustrasi: Gemini AI

Panas! Uni Emirat Arab Tuduh Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Wilayahnya

Abu Dhabi – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran menembakkan dua rudal balistik ke wilayahnya. Ini menandai pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, Kementerian Pertahanan UEA mendeteksi rentetan rudal yang melesat ke negara tersebut.

Kementerian Pertahanan UEA, seperti dilansir AFP, Rabu (19/8/2026), melaporkan bahwa kedua rudal yang ditembakkan Iran itu sama-sama jatuh ke lautan.

“Sistem pertahanan udara UEA mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran ke arah negara ini,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA via media sosial X

“Rudal pertama jatuh di luar perairan teritorial negara ini, sedangkan rudal kedua jatuh di dalam perairan teritorial,” sebut pernyataan tersebut.

Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan akibat serangan dua rudal tersebut.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan negara Teluk itu “tetap sepenuhnya siap dan siaga untuk merespons segala ancaman, dan menindak tegas setiap upaya yang bertujuan mengganggu keamanan negara”.

Sejauh ini, militer Iran atau Garda Revolusi Iran belum memberikan tanggapan apa pun terkait tuduhan UEA tersebut.

Pernyataan Kementerian Pertahanan UEA itu dirilis selang dua jam setelah dirilisnya peringatan singkat melalui ponsel yang memperingatkan warga UEA mengenai “potensi ancaman rudal”.

“Mengingat situasi saat ini, dan adanya potensi ancaman rudal, segera cari tempat berlindung di bangunan aman terdekat,” demikian bunyi pesan peringatan via ponsel yang dirilis Kementerian Dalam Negeri UEA, yang telah dicabut tak lama kemudian.

Itu menjadi peringatan pertama yang dirilis otoritas UEA sejak insiden alarm palsu soal ancaman serangan terjadi pada Juni lalu dan peringatan pada Juli lalu terkait serangan yang pada akhirnya tidak memasuki wilayah UEA.

Peringatan serangan rudal terakhir kali dirilis otoritas UEA pada awal Mei lalu.

Sumber

Detik, 2026.” Panas! Uni Emirat Arab Tuduh Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Wilayahnya” [Online] In https://news.detik.com/internasional/d-8625003/panas-uni-emirat-arab-tuduh-iran-tembakkan-rudal-balistik-ke-wilayahnya [accessed on 19 Agustus 2026]

Tags: airbus a400m atlasalutsistaalutsista tniAmerikaAmerika SerikatASaustraliagolden eagleIndonesiaIrankabel bawah lautkontak tembakkri canopuskri prabu siliwangiksatria warrior 2026nc212iopmradar gci gm403RafaleRudal Irant-50iUEA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CNDSS

The Center for National Defense and Security Studies (CNDSS) is a non-profit organization dedicated to fostering collaboration between universities, government, and industries in the field of defense and security matters with strategic, analytically rich, and coherent analysis. Our mission is to promote innovation, research, and development in this critical area, with the ultimate goal of enhancing the safety and security of our communities and nations.

Our Social Media

© 2024 CNDSS- Center for National Defense and Security Studies (CNDSS).

No Result
View All Result
  • Home
  • Commenting
  • Insight
  • Weekly Report
  • Agenda
  • About us

© 2024 CNDSS- Center for National Defense and Security Studies (CNDSS).